|◘|Silet meminta maaf atas penayangannya pada tanggal 7 kemarin.|◘|Obama di pastikan akan ke Indoneisa pada 9-10 NOV.|◘|Taufik Hidayat sukses dalam laga Prancis Super series|◘| Dapatkan berita aktual, hangat dan halal hanya di http://today-s.blogspot.com/
  • Obama Pasti Datang

    Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Pati Djalal menegaskan, erupsi merapi tidak mempengaruhi kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Jakarta. Besok siang, presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat itu akan tiba di Jakarta melalui Lanud Halim Perdana Kusumah.[...]

  • Silet Meminta Maaf

    Program silet meminta maaf atas penyangannya pada tanggal 7 November 2010 yang memuat pesan singkat yang berisi ramalan-ramalan meledaknya kembali pada 8 November 2010 yang tidak dapat di pertanggung jawabkan pada pemirsa-permirsanya.[...]

  • Taufik Hidayat Succes

    Taufik Hidayat sukses merebut gelar juara di Prancis Super Series. Pada partai final hari Minggu, 7 November 2010, Taufik menghentikan perlawanan Joachim Persson dalam dua game langsung. [...]

  • Tsunami Mentawai Telan 447 Jiwa

    Korban tsunami di Mentawai yang terjadi 25 Oktober lalu terus bertambah. Hingga tadi malam korban tewas tercatat 447 jiwa. Sehari sebelumnya korban jiwa masih tercatat 445 orang. Laporan yang diterima Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief dari Posko BPBD Sumbar, pukul 20.00 WIB,[...]

  • Obama Mulai Tur ke Empat Negara Asia

    Barack Obama dijadwalkan bertolak dari Gedung Putih, Jumat 5 November 2010, untuk tur kerja selama sepuluh hari ke empat negara Asia. Secara berturutan, presiden Amerika Serikat (AS) itu mengunjungi India, Indonesia, Korea Selatan dan Jepang.[...]

Monday, November 8, 2010

Pagi Ini Merapi Meletus Lagi

0


Gunung Merapi kembali mengeluarkan semburan awan panas yang dahsyat, Senin (1/11/2010) sekitar pukul 10.00 WIB. Volume awan panas yang dikeluarkan kali ini terlihat sangat besar dibandingkan dengan letusan-letusan sebelumnya.

Sejak menunjukkan peningkatan aktivitasnya, Merapi telah beberapa kali meletus dalam beberapa hari terakhir. Letusan dahsyat pertama kali terjadi Selasa (26/10/2010) petang. Letusan dahsyat kedua terjadi Sabtu (30/10/2010) dini hari dan pagi ini adalah letusan eksplosif ketiga.

Di antara letusan-letusan eksplosif tersebut, Merapi juga beberapa kali mengelurkan awan panas atau biasa disebut masyarakat setempat dengan wedhus gembel.


  • Kompas.com


Abu ke Timur, Awan Panas ke Selatan

0


Abu vulkanik letusan Gunung Merapi yang kembali terjadi pada Senin (1/11/2010) sekitar pukul 10.00 WIB mengarah ke timur. Sementara awan panas menuruni lereng selatan ke arah Kali Gendol.

Demikian dikatakan Kepala Badan Geologi Sukhyar di Yogyakarta, dilansir Antara. Ia mengatakan, kondisi angin saat letusan Merapi tersebut berlangsung adalah mengarah ke timur sehingga daerah yang dimungkinkan terkena paparan abu vulkanik yaitu Klaten dan Boyolali. Sukhyar juga mengatakan bahwa material hasil letusan Gunung Merapi berupa kerikil dan debu tersebut bukan awan panas.

Awan panas sendiri yang terlihat mengawali letusan menuruni lereng dengan jarak sekitar 4 kilometer ke arah Kali Gendol. Setelah awan panas inilah terlihat letusan eksplosif setinggi sekitar 1,5 kilometer. Letusan tersebut terpantau jelas dari wilayah Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Komandan Distrik Militer 0724 Boyolali Letnan Kolonel Soekoso Wahyudi, ketika memantau dari Selo, mengatakan, letusan kali ini lebih besar dibanding Minggu (31/10/2010) sore lalu. Saat terdengar letusan, sempat terjadi kepanikan di tempat pengungsian Samiran, Boyolali. Kendaraan yang mengevakuasi warga di sekitar lereng Merapi mulai menuju ke bawah.

Terjadi dua letusan pagi ini yang berjarak antara 5-10 menit yang kuat dan berlangsung lama. Awan panas berwarna hitam tampak membubung tinggi saat letusan terjadi dan masih terlihat gumpalannya menyelimuti lereng Merapi sampai 30 menit setelah letusan.

  • Kompas.com


  • Letusan Merapi Tunda Konferensi Sains 2010

    0

    Acara World Conference on Science, Education and Culture (WISDOM) 2010 yang rencananya akan dilangsungkan hari ini 8-11 November 2010 di Yogyakarta akhirnya ditunda. Meski akan tetap digelar pada Desember mendatang, tetapi detail waktunya belum ditentukan.

    WISDOM 2010 sendiri memiliki agenda utama Colloqium in Honor of Dr Ann Dunham Soetoro dan Prof Mubyarto. Seminar ini juga merupakan bentuk penghargaan pada hasil karya kedua tokoh ini pada bidang pengembangan ekonomi kerakyatan. Sebagai informasi, Ann Dunham Soetoro merupakan ibunda dari Presiden Amerika, Barack Obama.

    “Penundaan WISDOM 2010 merupakan bentuk keprihatinan dan solidaritas kami pada masyarakat luas terkait musibah letusan gunung Merapi yang sampai saat ini masih berlangsung,” kata Prof Sudjarwadi, Rektor Universitas Gadjah Mada, pada keterangannya, 8 November 2010.

    Sudjarwadi menyebutkan, UGM sebagai penyelenggara utama juga berharap agar kondisi segera menjadi normal agar seluruh aktivitas masyarakat di sekitar Yogyakarta dapat berjalan kembali.

    Prof Atyanto Dharoko, selaku Ketua Organizing Committee juga menyampaikan permohonan maaf atas penundaan WISDOM 2010 pada pihak-pihak terkait. “Keputusan ini harus diambil karena mempertimbangkan kondisi letusan gunung Merapi dan status wilayah Yogyakarta yang saat ini termasuk wilayah rawan dampak letusan Merapi,” ucapnya pada kesempatan yang sama.

    Guna mengantisipasi bertambahnya jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Merapi, UGM telah menyiapkan tiga tempat pengungsian bagi warga lereng Merapi yang turun ke kota. Tempat-tempat tersebut antara lain Gelanggang Mahasiswa UGM, Pusat Kebudayaan Prof Koesnadi (Purna Budaya) dan kawasan lapangan Tenis indoor, yang seluruhnya berada di lingkungan kampus UGM.

    Di samping itu, UGM juga akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional dan Panitia Nasional Penanggulangan Bencana. Sebagai catatan, kampus UGM terletak sekitar 25-26 km dari Merapi, sedangkan pusat kota Yogyakarta (sekitar Keraton Yogyakarta), sekitar 30 km dari gunung Merapi.

    Menurut rencana WISDOM 2010 diikuti oleh 750 peserta dari 15 negara. Acara ini juga tidak hanya diadakan di kawasan kampus UGM tapi seluruh peserta dari berbagai negara akan diajak untuk menikmati beberapa tempat budaya dan sejarah di Yogayakarta seperti Candi Prambanan, Museum Ullen Sentalu, Rumah Budaya Tembi, Batik Winotosastro dan Museum Affanai.

    • VIVAnews


    "Tsunami Tak Akan Surutkan Wisata Mentawai"

    0

    Kawasan wisata di Kepulauan Mentawai ikut porak-poranda dihantam gelombang tsunami pasca gempa 7,2 Skala Richter, Senin, 25 Oktober 2010. Resor yang diklaim paling digemari peselancar asing, Macaroni, hancur diterjang gelombang.

    Daerah kepulauan terluar di wilayah Sumatera Barat yang memiliki lebih dari 100 spot gelombang untuk olahraga surving ini terancam goyah. Namun, pelaku usaha wisata bahari di Sumbar mengaku otpimistis peluang Mentawai tetap besar pasca tsunami.

    Mentawai secara administrasi menjadi kabupaten sendiri, terpisah dari kabupaten induk Padang Pariaman, sejak tahun 1999 lalu. Pasca menjadi kabupaten, pembangunan infrastruktur belum berjalan maksimal.

    Namun, keindahan ombak Mentawai lebih tersohor ke mancanegara dan berbanding terbalik dengan kondisi infrastruktur di sana. Tahun 2002 dan 2003, Mentawai menjadi tuan rumah penyelenggaraan world srufing championship yang disponsori Ocean Pacific.

    Mentawai menjadi tuan rumah final seri kejuaraan dunia surfing yang diikuti peselancar nomor wahid dunia. Tahun depan, kegiatan serupa juga direncanakan akan digelar di Mentawai. Namun, tsunami terlebih dahulu menghajar kawasan ini.

    “Ini rencana kami beberapa tahun lalu. Pihak sponsor surfing kelas dunia sudah bersedia mendanai ini semua. Tapi, kurang etis rasanya untuk menggelar even seperti ini di saat Mentawai dalam keadaan sekarang,” ujar Ketua Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat (AKSSB) Aim Zain pada VIVAnews.

    Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Sumatera Barat Bidang Wisata ini mengatakan, Mentawai tetap akan bangkit karena pencinta surfing dunia telah mengenal kawasan tersebut. Sepanjang musim surfing di Mentawai, sekitar 5.000 penggiat olahraga ekstrem ini berdatangan ke Mentawai.

    Dengan karakteristik gelombang beragam, Mentawai diklaim sebagai kawasan yang memiliki kompleksitas ombak. Uniknya, para peselancar ini tidak hanya bermain pada satu titik, namun lebih dari 100 titik surfing bisa dijumpai di sana.

    Kondisi ini yang membuat kalangan peselancar dunia menggemari ombak Mentawai. Uniknya, kondisi seperti ini terjadi sepanjang delapan bulan dalam setahun. “Mulai dari akhir bulan Maret hingga awal November menjadi bulan wisata para pencinta surfing di Mentawai,” ujar Aim.

    Tak sedikit keuntungan dari menjual keindahan ombak Mentawai. AKSSB sendiri mengorganisir sekitar 25 unit kapal pesiar untuk mengangkut para peselancar. Kapal pesiar ini terbagi dalam tiga kelas mulai dari mewah hingga ekonomi.

    Indies Trader IV menjadi salah satu kapal super mewah yang melayani para peselancar asing ini mengunjungi Mentawai. Tarif-tarif kapal peselancar ini mulai dari Rp200 juta untuk kelas ekonomi hingga Rp500 juta lebih bagi kelas satu.

    Tarif tersebut untuk satu paket perjalanan yang mengangkut 10 hingga 15 turis bermalam di resor-resor di Mentawai selama dua pekan. Semua kebutuhan para wisman ini disediakan di kapal. “Dalam semusim kita memberikan retribusi pada Pemda Mentawai sekitar satu setengah miliar rupiah dari Rp30.000 pungutan pada para peselancar,” katanya.

    Optimistis Bangkit

    Tsunami telah menghantam kawasan pantai barat Pagai dan Sipora Selatan. Selain menghancurkan Macaroni Resor, tsunami juga menjadi catatan gelap yang memberikan ketakutan bagi masyarakat di sana. Bagaimana tanggapan para pelaku bisnis wisata di Mentawai soal peluang Mentawai ke depan?

    "Peluangnya tetap bagus. Ini terbukti, tidak banyak dari wisatawan yang membatalkan kunjungan ke Mentawai. Kapal-kapal kami tetap jalan,” ujar Aim Zein. Pencinta olahraga surfing memiliki karakteristik berbeda dibanding turis pada umumnya.

    Bencana ini justru tidak menghambat minat mereka untuk datang ke Mentawai. Seperti yang diungkapkan Anom Suheri, pengelola Kandui Resor. Menurutnya, babak awal pasca tsunami di Mentawai akan berdampak pada tingkat kunjungan.

    Namun, hal itu tidak akan berlangsung dalam waktu lama karena daya tarik bahari di sana sudah dikenal pencinta surfing. “Dalam waktu dekat pasti ada perubahan kunjungan. Sebagai bentuk shock awal usai tsunami,” ujar Anom Suheri, Rabu, 3 November 2010.

    Kondisi ini, dinilai Anom, belum berakhir di Mentawai. Bayangan gempa megathrust di perairan Siberut masih dianggap sebagai ancaman lain yang berdampak pada pariwisata setempat. Perkiraan sejumlah ahli geologi ini telah membayangi Mentawai sejak beberapa tahun lalu.

    Hanya saja, ujar Anom, tidak ada penurunan jumlah pasca seringnya informasi tersebut dimuat media massa. “Turis yang ke Mentawai ini pencinta olahraga ekstrem, jadi mereka tidak takut. Tapi mereka berpikiran tidak mungkin bersenang-senang saat ini ketika Mentawai masih dalam berduka,” kata dia.

    Ia optimistis, Mentawai akan tetap memiliki prospek bagus di kalangan wisatawan mancanegara. Menurutnya, pihak pengelola wisata mesti lebih peduli dengan keselamatan para wisatawan dengan membuat sistem safety prosedur yang ketat.

    Menurutnya, konsep ini wajib diterapkan sehingga memberikan rasa aman bagi peselancar. “Mentawai memiliki lebih dari 100 spot untuk berselancar dengan karakteristik berbeda-beda. Ini jauh berbeda dengan Hawai yang hanya terkenal dengan ombak tingginya,” kata dia.

    Di Mentawai, peselancar bisa menjumpai ombak dengan karakteristik yang kontinu dengan jarak tempuh hingga 500 meter. “Bahkan Mentawai masih menyimpan sejumlah spot yang masih dirahasiakan peselancar,” kata Anom.

    Ia memprediksi, pasca tsunami, diperkirakan sejumla spot surfing akan hilang karena terangkatnya sejumlah permukaan pulau akibat gempa. Namun, spot-spot baru diyakini akan bermunculan dengan keunikan yang berbeda.

  • Vivanews.com

  • Abu Merapi Mengancam Borobudur

    0

    Hujan debu vulkanik Merapi yang kian pekat di Magelang, Jawa Tengah, membuat pemerintah mempertimbangkan untuk menyelimuti Candi Borobudur. Anggaran Rp1 miliar disiapkan untuk menutup candi bersejarah itu dengan terpal. Upaya ini dipandang perlu, karena debu vulkanik yang mengandung sulfur (asam dari belerang) bisa membuat batuan candi menjadi lapuk.

    Pada letusan Merapi pertama pada 26 Oktober 2010 lalu, penutupan oleh terpal belum dilakukan. Taman Wisata Candi Borobudur hanya ditutup untuk wisatawan sampai 29 Oktober 2010.

    Untuk menyelimuti Borobudur dengan terpal, tidaklah mudah. Tak ada satu lembar terpal yang cukup lebar untuk menyelubungi candi berukuran lantai 121 meter persegi dan setinggi 35 meter itu. Lihat foto-foto bagaimana Candi Borubudur dibersihkan dari debu disini

  • Vivanews.com

  • Taufik Hidayat Succes

    0

    Taufik Hidayat sukses merebut gelar juara di Prancis Super Series. Pada partai final hari Minggu, 7 November 2010, Taufik menghentikan perlawanan Joachim Persson dalam dua game langsung.

    Taufik tak memerlukan waktu banyak untuk memastikan gelar juara jatuh ke tangannya. Dalam waktu 36 menit, dia bisa menang 21-16, 21-11 atas lawannya atas Denmark.

    Di nomor tunggal putri, unggulan utama Wang Yihan tampil sebagai pemenang. Pemain China itu mengatasi perlawanan rekan senegaranya Li Xuerui dengan 21-13 dan 21-9.

    Di partai lain, pasangan Denmark Matthias Boe/Carsten Mogensen menjadi kampiun ganda putra. Mereka mengalahkan pasangan Jerman Ingo Kindervater/Johannes Schöttler 21-15 dan 21-9.

    Sementara itu pada nomor ganda putri, pasangan Thailand Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul mampu mengalahkan pasangan gado-gado Bulgaria-Rusia untu menjadi juara. Aroonkesorn/Voravichitchaikul mengalahkan Petya Nedelcheva/Anastasia Russkikh 21-16 dan 11-2. Pertandingan dihentikan karena ada yang cedera.

    Di partai terakhir yakni nomor ganda campuran, Thailand bisa memetik gelar keduanya di turnamen ini. Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam menang atas pasangan Jerman Michael Fuchs/Brigit Overzier 21-15 dan 21-15.

    • VIVAnews




     

    Today Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha