|◘|Silet meminta maaf atas penayangannya pada tanggal 7 kemarin.|◘|Obama di pastikan akan ke Indoneisa pada 9-10 NOV.|◘|Taufik Hidayat sukses dalam laga Prancis Super series|◘| Dapatkan berita aktual, hangat dan halal hanya di http://today-s.blogspot.com/

Saturday, November 6, 2010

Negara Rawan Bencana


Warga dengan tubuh berlumur abu vulkanik mengungsi ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, pascaerupsi Gunung Merapi, Jumat (5/11/2010) dini hari. Radius kawasan rawan bencana ditingkatkan dari 15 kilometer menjadi 20 kilometer pasca erupsi yang disertai luncuran awan panas dan mengakibatkan jatuhnya puluhan korban jiwa tersebut.



"Negara kita kan rawan bencana. Semua sudah tahu itu. Tapi kenapa masyarakatnya tidak sadar bencana dan antisipasinya," ujar Ketua Konsorsium Pengurangan Risiko Bencana Dadang Sudardja. Menurut Dadang sifat Indonesia rawan bencana sudah menjadi rahasia umum. Pemerintah juga sudah memiliki rencana aksi nasional berupa UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanganan Bencana Nasional. Namun, setiap bencana terjadi, minimal ratusan jiwa melayang.

Pemerintah harus punya keseriusan, memperkuat kapasitas masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam menghadapi bencana.
-- Dadang Sudardja

Menurutnya, antisipasi bencana nasional tidak sepenuhnya tergantung pada UU, ujung tombaknya adalah kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. "Pemerintah harus punya keseriusan, memperkuat kapasitas masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam menghadapi bencana. Masyarakat harus dilatig untuk mitigasi bencana dengan berbasis pada komunitas masyarakat. Jadi mereka tidak panik lagi ketika terjadi bencana," ungkap Dadang kepada Kompas.com, di Padang, Sabtu (6/11/2010).

Upaya memperkuat kapasitas masyarakat ini bisa difasilitasi melalui sekolah-sekolah, komunitas masyarakat di desa atau secara khusus membentuk tim siaga bencana di masing-masing desa. "Sebenarnya banyak modul mengenai tanggap bencana. LSM-LSM juga punya banyak sekali," katanya.

Dadang mengatakan pemerintah melalui Tim 9 juga sudah memiliki peta zonasi kerentanan bencana di Indonesia, termasuk peta jalur evakuasi. "Namun sistem peringatan awal atau early warning system tidak berjalan maksimal," katanya.

Masyarakat kurang dilibatkan dalam upaya mitigasi. Idealnya, di negara rawan bencana, masyarakatnya fasih mengenai gejala-gejala alam menjelang bencana dan cara menyelamatkan diri. Termasuk ke mana mereka harus pergi ketika bencana khas setempat datang...


Kompas.com


0 comments:

Post a Comment



 

Today Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha